Pages

Selasa, 26 April 2011

Posting 2

"do you know "latent social problems" ?????? kunaon aya nu kitu atuhhhhhhh ...... jelaskan.....jelaskan....... solusina kumaha???? kumaha ??????????? cik sok atuh... jawab ! he...he...."
latent social problem menyangkut hal-hal yang bertentangan dan berlawanan dengan nilai-nilai masyarakat akan tetapi tidak diakui demikian halnya. Jadi latent social problem merupakan masalah sosial yang sebenarnya ada dalam kehidupan masyarakat tapi masyarakat tidak menyadari atau menganggap biasa akan masalah sosial itu Contoh latent social problem yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari:
1. Seseorang yang menyebut orang lain dengan kata "anjing". Mungkin kita sudah tidak aneh lagi ketika seorang teman menyebut temanya sendiri dengan kata anjing. Tapi karena sudah biasa, maka si temannya itu tidak merasa sakit hati. Hal itu merupakan latent social problem
2. Wanita dan laki-laki yang bukan muhrim duduk berdua-duaan.Menurut agama, jika seorang wanita dan laki-laki duduk berdua maka orang ketiganya adalah setan. Tapi karena masyarakat kita sudah menganggap hal itu biasa, maka ketika melihat wanita dan laki-laki duduk berduaan merupakan hal yang biasa. Hal itu merupakan latent social problem
3. Budaya kesiangan. Mahasiswa sudah tidak merasa takut atau malu terhadap dosennya karena kesiangan ketika masuk kelas. Dia mengganggap bahwa dosennya juga suka kesiangan jadi gak usah malu jika kesiangan dan hal demikian itu merupakan latent social problem.
Kenapa ada latent social problem? karena adanya perbedaan mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada, dan kita membiarkan hal itu, akibatnya kita menganggap biasa, jika dibiarkan akan menjadi sebuah kebiasaan dan jika sudah menjadi kebiasaan akan menjadi budaya dan akhirnya menjadi personality atau kepribadian dan akan membentuk latent social problem.
Solusinya yaitu kembali pada nilai-nilai agama dan budaya. Berperilakulah sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang mampu menilai ulang gagasan asing dan nilai-nilai asing yang tidak sesuai dengan bangsa Indonesia. Mungkin di budaya barat duduk berdua-duaan adalah hal yang biasa, tapi karena kita adalah bangsa Indonesia kita jangan menganggap hal itu biasa karena akan menjadi suatu latent social problem

 
Cinta tidak sama dengan nafsu,,,,why ???!!
Cinta tentu berbeda dengan nafsu. Cinta itu bersifat manusiawi, tumbuh dan berkembang serta cinta itu bersifat rohaniah sehingga menciptakan dorongan halus. Dorongan halus merupakan salah satu bagian dari homohumanus. Homohumanus itu akan timbul jika cinta diselimuti oleh agama, moral, budaya dan nilai.
Sedangkan nafsu itu bersifat jasmaniah, cenderung memuaskan dorongan seksual dan dorongannnya bersifat paksaan.  Jika seorang cenderung mengungkapkan perasaannya dengan berciuman, bermesraan berhubungan seksual maka hal itu merupakan nafsu bukan cinta. Jika si pasangannya tidak mau melakukan hal yang seperti yang ia inginkan, maka akan cenderung terjadi paksaan supaya pasangannya mau melakukan apa yang ia ingin lakukan.


Stratifikasi sosial itu apa,,???!!
 Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Menurut Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Karena dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai yaitu harta, ilmu, jabatan dan kehormatan. Di setiap tempat sesuatu yang dihargai berbeda. Contohnya, seseorang yang gelarnya Dr gajinya kan lebih besar dibanding dengan seseorang yang bergelar M.Pd. Di desa, seseorang akan lebih dihargai jika memilki kekayaan yang banyak dan dapat terlihat dari perhiasan yang dipakainya. Pada salah satu suku di Kalimantan, seseorang akan lebih dihargai jika anting di telinganya semakin banyak. Seseorang akan semakin dihargai tergantung dari ikhtiar, usaha dan nasibnya. Makna dari stratifikasi sosial adalah kita akan semakin bijaksana dalam menilai seseorang

Bicara soal Prasangka,,,,mengapa ada prasangka???!!
Prasangka adalah kecenderungan untuk berespons baik secara positif ataupun negatif terhadap orang, objek atau situasi. Prasangka itu bisa berupa prasangka positif dan prasangka negatif.
Prasangka positif timbul karena objek sikap berperilaku positif atau subjek sikap memilki unsur-unsur sikap positif. Contohnya, sesorang yang berpakaian dan berdandan yang baik, ucapannya baik pula serta bersikap sopan santun, maka orang akang cenderung berperasangka positif.
Prasangka negatif timbul jika objek sikap berperilaku negatif atau subjek sikap belum memilki unsur-unsur sikap positif. Contohnya, seseorang yang berdandan jelek, berkata kotor dan bertingkah laku kasar maka orang tentu akan berperasangka negatif.





Senin, 25 April 2011

Posting 1

"cinta, sayang, kasih kemesraan, pemujaan yang terselimuti nilai, norma dan agama bisa membawa pada kehidupan manusia yang homohumanus adem nih dunia ..... tp kenyataan terjadi .... mengapa ada dehumanisasi (ibu dalang pembunuhan anak, kekasih membunuh sang kekasih .......... mengapa oh...mengapa semua ini terjadi....... jelaskan...... jelaskan......"
Jawaban: Cinta kasih, kasih sayang, pemujaan, kemesraan dan belaskasihan merupakan bagian hidup manusia yang melekat kuat dalam diri manusia. Jika cinta diselimuti oleh agama, norma, moral dan nilai maka akan tercipta homohumanus. Homohumanus bersifat manusiawi, berbudaya dan halus. Manusiawi merupakan sikap yang menghargai manusia sebagai makhluk yang memilki martabat tinggi dengan segala hak-haknya. Berbudaya merupakan perilaku yang dituntun oleh akal budi sehingga mendatangkan kebahagiaan bagi dirinya dan lingkungannya serta tidak bertentangan dengan kehendak Allah.
Ketika cinta tidak diselimuti oleh agama, budaya, moral dan nilai maka akan terkontaminasi oleh ludic dan responsibility hilang. Sehingga rasa cintanya diungkapkan dengan ciuman, bermesraan dan berhubungan sex. Akibatnya, hamil diluar nikah pun terjadi dan untuk menutupi aibnya itu, ibu yang mengandung darah dagingnya sendiri tega membunuh bayinya sendiri demi menutupi aibnya.
Solusinya agar cinta tidak mengarah pada dehumanisasi adalah ketika kita mencintai seseorang cintailah karena Allah, sehingga cinta itu terselimuti oleh agama, budaya, moral dan nilai.

Kamis, 31 Maret 2011

Resume ISBD Pertemuan Ketiga


MANUSIA DAN PERMASALAHANNYA

Untuk memudahkan materi ISBD mengenai Manusia dan Permasalahannya dijelaskan dalam bentuk pertanyaan dibawah ini:

           Bagaimana keadaan pendidikan Indonesia saat ini?
           Kondisi pendidikan di indonesia saat ini adalah sebagai berikut:
1.      Arah pendidikan kurang jelas.
2.      Pendidikan sebagai barang mahal.
3.      Pendidikan tidak merata
4.      Penyelewengan dana pendidikan cukup tinggi.
5.      Kurang penghargaan pada guru dan dosen
6.      Kualitas dan kuantitas guru/ dosen kurang
7.      Pendidikan kepribadian kurang mendapatkan perhatian yang serius
8.      Mencetak tukang

Kenapa hal ini bisa terjadi?
Hal ini terjadi karena adanya:
1.   Sekulerisasi pendidikan. Yakni kurangnya perhatian terhadap nilai-nilai agama. Mata pelajaran agama di sekolah umum hanya 3 jam dalam satu minggu. Padahal dalam mata pelajaran keagamaan tersebut, para peserta didik diajarkan tentang bagaimana menjalankan nilai-nilai agama dan berakhlak yang baik.
2.   Politisasi pendidikan. Hal ini terlihat dengan diadakannya Ujian Nasional. Peserta didik dituntut untuk mengejar target nilai yang telah ditentukan oleh pemerintah. Apabila dalam satu sekolah  tingkat ketidaklulusannya tinggi, maka kepala sekolahnya akan dimutasi ke daerah terpencil. Dampak dari Ujian Nasional ini adalah menimbulkan kecurangan dan kecurigaan. Baik dilakukan oleh siswa maupun guru atau sekolah. Dibentuknya tim sukses di tiap sekolah kadang berkonotasi negatif. Belajar hanya berorientasi pada kelulusan atau nilai UN. Akibatnya belajar dan pembelajaran hanya ditekankan pada aspek kognitif saja, sedangkan aspek apektif dan psikomotor terabaikan. Menjamurnya bimbingan belajar dadakan. Ironisnya, masyarakat lebih percaya terhadap bimbingan belajar dibandingkan dengan sekolah
3. Over spesialisasi. Membanggakan bidang tertentu dan menganggap bidang lain lebih rendah dibandingkannya. Contohnya, orang lebih bangga jika dirinya masuk pada jurusan IPA disbanding jurusan IPS atau Bahasa.

Apa solusi terhadap keadaan pendidikan di Indonesia sekarang ini?
1.    Lakukan general education, dengan mengarahkan kepada 6 pemaknaan yaitu makna  symbolycs, yaitu kemampuan berbahasa dan berhitung. Makna empirics, yaitu kemampuan untuk memaknai benda-benda melalui proses penjelajahan dan penyelidikan empiris. Makna esthetics, kemampuan memaknai keindahan seni dan fenomena alam. Makna ethics, yaitu kemampuan memaknai baik dan buruk. Makna synoetics, yakni kemampuan berfikir logis, rasional sehingga dapat memaknai benar dan sala. Makna synoptic, yaitu kemampuan untuk beragama atau berfilsafat
2.    Lakukan pendidikan yang komperhensif. Yakni pendidikan yang tidak hanya mengasah kecerdasan kognitifnya saja tapi psikomotor dan afektifnya perlu diperhatikan pula. Tidak hanya IQ nya saja yang bagus tapi EQ dan SQ nya juga perlu mendapat perhatian khusus.

Bagaimana kondisi masyarakat sekarang ini?
1.    Egois. Hal ini terbukti dengan adanya sifat tidak sabar ketika berada di stopan lampu merah. Para pengendara motor yang egois ingin lebih cepat melaju tanpa mempedulikan lampu yang masih merah.
2.     Individualis. Sikap individualis ini sangat terasa di daerah perkotaan, berbeda sekali dengan masyarakat desa yang masih suka melakukan gotong royong dan kepedulian terhadap sesamanya pun tinggi.
3.    Matrealistis. Karena kebutuhan hidup yang semakin tinggi, maka kebutuhan akan uang pun semakin tinggi pula, sehingga menyebabkan seseorang menjadi menomor satukan uang, uang adalah segala-galanya. Orang hanya mau melakukan sesuatu jika dibayar saja.
4.    Sekuler. Jauh dari agama. Hal ini terlihat dari masih adanya orang yang melakukan aktivitas pekerjaannya ketika adzan Jumat berkumandang. Contoh lainnya, wanita tidak memperdulikan lagi batasan aurat wanita dan mengadopsi gaya hidup orang barat.
5.    Hedonis. Hal ini terlihat dari sikap masyarakat yang masih suka berfoya-foya, mabuk-mabukan, pergi ke diskotik. Sebagai orang islam, sebaiknya kita senantiasa melakukan sholat 5 waktu agar terhindar darisifat hedonis tersebut.
6.     Krisis akhlak. Hal ini terbukti dengan maraknya pembunuhan secara mutilasi, pembunuhan  janin, kasus pemerkosaan setelah menonton video porno artis, serta pelacuran yang dilakukan oleh pelajar di tingkat SMA
7.      Agama sebagai simbol. Hal ini terbukti, banyak orang yang mengaku islam dalam KTP nya tapi tidak pernah melaksanakan rukun islam itu sendiri.

Apa penyebabnya?
1.      Modernisasi. Budaya barat yang kadang dianggap lebih modern dibandingkan budaya pribumi, pada saat ini ditiru dan dicontoh oleh masyarakat kita terutama para remaja.  Padahal belum tentu budaya barat itu sesuai atau tidak dengan kebudayaan Indonesia.
2.       Globalisasi. Budaya asing dapat dengan mudah masuk karena adanya globalisasai yang membuat ruang dan waktu menjadi tak berarti.
3.       Sekularisasi. Jauh dari agama. 

Apa solusinya?
1.      Kembali pada general education
2.      Bersikap sesuai kepribadian Indonesia dan juga mampu menilai ulang gagasan asing dan nilai-nilai asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
3.       Untuk memproteksi diri dari global imfact yang menyebabkan masuknya kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, maka kita harus memproteksi diri dengan landasan rohani (agama), landasan filasafat (Pancasila), dan landasan histori.

Apa yang dimaksud dengan masalah sosial?
Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Sebuah masalah dikatakan sebagai masalah sosial apabila bersangkutan dengan hubungan antara manusia dan mengganggu keutuhan masyarakat. Pada dasarnya, masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral.

Apa yang dimaksud dengan masalah?
Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan

Kenapa disebut masalah sosial?
Karena bersangkutan dengan hubungan antara manusia dan didalam kerangka bagian-bagian kebudayaan yang normatif.

Bagaimana merumuskan masalah sosial?
Dengan membuat indeks-indeks:
1.     INDEKS SIMPLE RATES. Yaitu angka laju gejala-gejala abnormal dalam masyarakat
2.   COMPOSITE INDEKS. Yaitu gabungan indeks-indeks dari berbagai macam-macam aspek yang mempunyai kaitan satu sama lainnya.
3.     SOCIAL UNREST. Yaitu keresahan sosial.

Berikan contoh masalah sosial?
Prostitusi merupakan salah satu contoh masalah sosial. Seseorang melakukan prostitusi mempunyai beberapa alasan, mungkin karena faktor ekonomi ataupun karena faktor lingkungan sehingga menyebabkan seseorang itu melakukan prostitusi.
Solusinya lakukan pendekatan interdisiplener atau multidisipliner yaitu menghubungkan beberapa bidang ilmu pengetahuan sosial sesuai dengan gejala dan masalah yang sedang kita telaah.
Kita lihat dari segi ilmu psikologinya kenapa seseorang itu melakukan prostitusi, apakah itu hobi, keinginanya sendiri, atau mendapat tekanan dari orang lain.
Dilihat dari segi ilmu ekonomi, apakah seseorang melakukan prostitusi karena kebutuhan ekonominya, dan setelah dilakukan rehabilitasi terhadap orang itu, pekerjaan apa yang harus dekerjakan untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papannya.
Dilihat dari segi sosiologi, apakah seseorang melakukan prostitusi karena lingkungan sekitarnya, dan setelah melakukan rehabilitasi apakah ia harus tetap tinggal disana atau pindah dari lingkungan asalnya.
Dilihat dari segi agama, apakah setelah direhabilitasi ia tidak akan melakukan prostitusi lagi atau tidak, karena secara agama, hal itu termasuk zina dan zina adalah dosa.

Apa yang dimaksud dengan latent social problem dan berikan contohnya?
          Latent social problem adalah masalah yang menyangkut hal-hal yang bertentangan/ berlawanan dengan nilai-nilai masyarakat akan tetapi tidak diakui demikian halnya. Latent social problem apabila dibiarkan akan terbiasa , maka akan menjadi budaya dan akan membentuk personality (kepribadian). Contoh latent social problem:
1.     Seseorang menyebut orang lain dengan kata anjing sudah menjadi hal yang lumrah
2.     Seseorang yang berpacaran, duduk berduaan di depan umum sudah tidak menjadi hal yang tabu
3.     Guru/peserta didik yang kesiangan sudah menjadi hal yang lumrah, padahal itu merupakan salah satu ciri bahwa orang itu tidak disiplin
4.     Pengendara motor yang melanggar aturan ketika di lampu stopan.

Mengapa sesuatu dikatakan masalah sosial dilihat dari ukuran waktu, berikan contoh, buktikan dan solusinya?
Masalah sosial dilihat dari ukuran waktu maksudnya kemarin bukan masalah sosial tapi sekarang merupakan masalah sosial.
Contohnya, judi pada zaman propinsi Jakarta dipimpin oleh Ali Sadikin dilegalkan. Judi dimanfaatkan untuk menyokong pembangunan pemerintahan. Beliau berinisiatif untuk menghimpun “uang panas” itu untuk berbuat hal positif. Anggaran pembangunan pun melonjak drastis. Dan Ali Sadikin pun membangun sekolah, puskesmas dan pasar. Awalnya hanya membangun kasino saja, tapi berkembang dan membuat lotre nasional. Tapi saat ini judi merupakan masalah sosial, karena dipandang dari segi agama judi itu haram tapi masih banyak orang yang melakukan judi.
Solusinya, kesadaran masyarakat bahwa judi itu haram menurut agama. sibukan diri dengan hal yang positif. Cari lingkungan yang benar-benar kondusif yang bersih dari judi. Yakin bahwa tida ada orang yang kaya karena judi tapi karena berusaha dan bekerja keras.

Mengapa sesuatu dikatakan masalah sosial dilihat dari ukuran waktu, berikan contoh, buktikan dan solusinya?
Maksudnya, di suatu tempat mungkin hal ini tidak menjadi masalah sosial, tapi ditempat lain dapat menjadi masalah sosial. Contohnya, meminum-minuman keras, kumpul kebo dan free sex di negara barat mungkin sudah hal yang lumrah, tapi jika hal tersebut dilakukan di Indonesia akan menjadi masalah sosial

Mengapa bencana alam/ kekeringan bisa menjadi salah satu masalah sosial?
Contohnya, jika di suatu daerah terjadi kekeringan dan menyebabkan gagal panen, maka akan terjadi kemiskinan. Kemiskian itu akan menyebabkan pengangguran sementara kebutuhan hidup untuk makan harus dipenuhi setiap hari sehingga orang akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang baik secara halal maupun haram seperti mencuri. Mencuri merupakan salah satu kejahatan dan akan menimbulkan keresahan di masyarakat. Dan hal itu merupakan masalah sosial.

Mengapa factor biologis/ penyakit  bisa menjadi salah satu masalah sosial?
Contohnya, penyakit yang mewabah di suatu daerah akan menjadi epidemi dan mampu menular dari seseorang ke orang lain sehingga menimbulkan keresahan. Hal itu bisa menjadi salah satu masalah sosial. Contoh penyakit AIDS, H5N1 dan cacar.

Mengapa faktor kebudayaan bisa menjadi salah satu masalah sosial?
Contonya, perceraian akan menyebabkan dekadensi moral sehingga menyebabkan timbulnya indeks simple rates. Di Garut, pada waktu dipimpin oleh Agus Supriadi, indeks perceraian guru tinggi. Setelah ditelusuri ternyata kebanyakan karena selingkuh. Hal ini dapat terjadi karena guru yang sedang melanjutkan studi bergaul, saling curhat dengan sesama mahasiswa dan menyebabkan terjadinya perselingkuhan. Solusinya, kembali ke agama, bentengi diri dengan agama.

STRATIFIKASI SOSIAL

Apakah yang dimaksud dengan stratifikasi sosial?
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Menurut Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). 

Mengapa ada stratifikasi sosial?
Karena dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai yaitu harta, ilmu, jabatan dan kehormatan. Di setiap tempat sesuatu yang dihargai berbeda. Contohnya, seseorang yang gelarnya Dr gajinya kan lebih besar dibanding dengan seseorang yang bergelar M.Pd. Di desa, seseorang akan lebih dihargai jika memilki kekayaan yang banyak dan dapat terlihat dari perhiasan yang dipakainya. Pada salah satu suku di Kalimantan, seseorang akan lebih dihargai jika anting di telinganya semakin banyak. Seseorang akan semakin dihargai tergantung dari ikhtiar, usaha dan nasibnya.

Apa makna dari stratifikasi sosial?
Kita akan semakin bijaksana dalam menilai seseorang

Mengapa stratifikasi sosial berbentuk piramida?
Karena ada banyak hambatan dan rintangan untuk mencapai upper class. Contohnya saja, untuk menempuh upper class dengan menjadi sarjana salah satu perguruan tinggi diperlukan materi serta mental untuk menempuhnya.

Perlukah stratifikasi sosial?
Perlu, sebab pelapisan sosial menempatkan individu-individu dalam pelapisan sesuai dengan ikhtiar, usaha dan nasibnya. Serta mendorong mereka agar melaksanakan kewajibannya.




Kamis, 10 Maret 2011

PENGERTIAN ILMU SOSIAL DAN ILMU BUDAYA

PENGERTIAN ILMU SOSIAL DAN ILMU BUDAYA

Perbedaan pengetahuan, ilmu dan beliefs:
• Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui, yang dilihat oleh panca indera.
• Ilmu merupakan kumpulan-kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematik
• Beliefs adalah kepercayaan sehingga menghasilkan keragu-raguan. Contohnya kasus ponari yang mampu menyembuhkan orang yang sakit dengan hanya mencelupkan batu yang digenggamnya kedalam cangkir yang berisi air.

Sumber dari ilmu pengetahuan adalah filasafat (philosophia). Dari filasafat lahir tiga cabang ilmu pengetahuan:
  • Natural science ( ilmu-ilmu alam meliputi : fisika, kimia, biologi)
  • Social Science ( ilmu-ilmu sosial, meliputi: sejarah, politik, ekonomi)
  • Humanities (Ilmu-ilmu budaya, meliputi :bahasa, agama, kesenian)
Ilmu sosial diinamakan demikian karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehidupan bersama sebagai objek yang dipelajarinya. Objek social science adalah manusia, sedangkan untuk membedakan antara ilmu-ilmu sosial adalah focus of interest(pusat perhatian) misalnya: ilmu ekonomi yang menjadi pusat yang dipelajarinya adalah usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan materilnya dari bahan-bahan yang terbatas ketersediaanya. Ilmu politik pusat perhatiannya mengenai kekuasan manusia dst.
Ilmu budaya adalah suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk yang berbudaya (homohumanus) dan masalah yang menyertainya sering disebut dengan humanities yang merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep yang dapat digunakan untuk masalah-masalah manusia dan kebudayaan

Dalam UU No.20 Tahun 2003
Fungsi dari pendidikan nasional: adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Tujuan dari Pendidikan Nasional adalah
Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dalam penyelengaraan pendidikan dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, menjungjung tinggi HAM, nilai keagamaan, nilai cultural dan kemajuan bangsa sebagai suatu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multi makna, suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran
Tanggung jawab pendidikan masa depan tidak hanya meneruskan nilai-nilai, mentransfer iptek semata tetapi juga melahirkan warga Negara berkesadaran tinggi tentang bangsa dan kemanusiaan namun juga mempersiapkan tenaga kerja professional, kompetitif, produktif dalam konteks kehidupan yang dinamis. Serta mengubah system berfikir, sikap, hidup dan perilaku berkarya individu mauoun kelompok dalam rangka memprakarsai perubahan sosial dan mendorong perubahan kearah kemajuan, adil dan bebas.

Mengapa keadaannya seperti sekarang ini ????????????
Pentingnya ESQ pada seseorang.

Rabu, 02 Maret 2011

Pendahuluan

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
(ISBD)
PENDAHULUAN
Dosen Pengampu: Ana Maulana, M.Pd.

Konsep 5 M

Dalam mengkaji sesuatu sebaiknya menggunakan  konsep 5 M yakni:
1.    Mengetahui.
2.    Mengerti. Setelah mengetahui, kita mengerti apa yang kita pelajari
3.    Memahami. Hingga membentuk suatu konsep dalam ingatan kita mengenai apa yang kita pelajari
4.    Menghayati.Terus dikaji sedikit demi sedikit hingga yakin dengan apa yang kita pelajari itu benar
5.    Mengamalkan. Yang paling utama adalah mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari atau mengamlkannya.

Kemampuan yang Diharapkan dari Lulusan Perguruan Tinggi

Sarjana diharapkan memilki 3 jenis kemampuan:
1.    Kemampuan personal/ personality, kemampuan kepribadian.
Dengan kemampuan ini diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, dan tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan, serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
2.    Kemampuan akademik
Kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun berpikir logis, kritis, sitematis, dan analitis, memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternative pemecahannya
3.    Kemampuan professional
Kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dengan kemampuan ini, para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.

KEPRIBADIAN INDONESIA