PENGERTIAN ILMU SOSIAL DAN ILMU BUDAYA
Perbedaan pengetahuan, ilmu dan beliefs:
• Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui, yang dilihat oleh panca indera.
• Ilmu merupakan kumpulan-kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematik
• Beliefs adalah kepercayaan sehingga menghasilkan keragu-raguan. Contohnya kasus ponari yang mampu menyembuhkan orang yang sakit dengan hanya mencelupkan batu yang digenggamnya kedalam cangkir yang berisi air.
Sumber dari ilmu pengetahuan adalah filasafat (philosophia). Dari filasafat lahir tiga cabang ilmu pengetahuan:
- Natural science ( ilmu-ilmu alam meliputi : fisika, kimia, biologi)
- Social Science ( ilmu-ilmu sosial, meliputi: sejarah, politik, ekonomi)
- Humanities (Ilmu-ilmu budaya, meliputi :bahasa, agama, kesenian)
Ilmu sosial diinamakan demikian karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehidupan bersama sebagai objek yang dipelajarinya. Objek social science adalah manusia, sedangkan untuk membedakan antara ilmu-ilmu sosial adalah focus of interest(pusat perhatian) misalnya: ilmu ekonomi yang menjadi pusat yang dipelajarinya adalah usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan materilnya dari bahan-bahan yang terbatas ketersediaanya. Ilmu politik pusat perhatiannya mengenai kekuasan manusia dst.
Ilmu budaya adalah suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk yang berbudaya (homohumanus) dan masalah yang menyertainya sering disebut dengan humanities yang merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep yang dapat digunakan untuk masalah-masalah manusia dan kebudayaan
Dalam UU No.20 Tahun 2003
Fungsi dari pendidikan nasional: adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Tujuan dari Pendidikan Nasional adalah
Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dalam penyelengaraan pendidikan dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, menjungjung tinggi HAM, nilai keagamaan, nilai cultural dan kemajuan bangsa sebagai suatu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multi makna, suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran
Tanggung jawab pendidikan masa depan tidak hanya meneruskan nilai-nilai, mentransfer iptek semata tetapi juga melahirkan warga Negara berkesadaran tinggi tentang bangsa dan kemanusiaan namun juga mempersiapkan tenaga kerja professional, kompetitif, produktif dalam konteks kehidupan yang dinamis. Serta mengubah system berfikir, sikap, hidup dan perilaku berkarya individu mauoun kelompok dalam rangka memprakarsai perubahan sosial dan mendorong perubahan kearah kemajuan, adil dan bebas.
Mengapa keadaannya seperti sekarang ini ????????????
• Jika seseorang hanya pintar dalam segi intelegensinya saja, sedangkan pada segi EQ dan SQ buruk, maka ia dikatakan kepada manusia yang buta hatinya.
• Jika seseorang memilki IQ dan EQ yang baik, sedangkan SQ buruk, maka ia termasuk kedalam manusia yang dictator, koruptor, seperti yang terjadi di Indonesia saat ini. Para koruptor memilki kecerdasan, dan pandai dalam mengolah emosionalnya, dengan tetap tenang ketika mengambil harta milik rakyat. Akan tetapi ketakutan akan siksa Allah itu kurang, sehingga tanpa segan dan tanpa rasa bersalah mengambil hak yang bukan miliknya
• Jika seseorang hanya SQ nya saja yang baik, sedangkan IQ dan SQ buruk, maka ia akan menjadi seorang petapa, percaya kepada hal-hal mistik yang memnybabkan tertinggalnya dari perkembangan IPTEK
• Jika seseorang memilki IQ,EQ dan SQ yang baik, maka orang itu dikatakan manusia paripurna. Selain otaknya cerdas, sosialisasi serta akhlaknya baik, dan keyakinan kepada Allah kuat, maka ia disebut sebagai mamnusia paripurna.
Konsep Pendidikan Umum
(GENERAL EDUCATION)
Pendidikan yang berkenaan dengan pengembangan keseluruhan kepribadian seseorang dalam kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan hidupnya
Program pendidikan yang membina dan mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa dan mahasiswa.
Pendidikan umum : Merupakan pendidikan yang komprehensif, yaitu mendidik kepala, hati dan tangan (sasaran yang disentuh : rasio, rasa dan tingkah laku)
Philip h. Phenix (1963:8) merumuskan tujuan pendidikan umum :
A complete person should be skilled in the use of speech, symbol and gesture, factually well informed, capale of creating and apresiating object of esthetic significance, endowed with a rich and disciplined life in relation to self and others, able to make wise decision and to judge between right and wrong and possed of an integral out look
Artinya manusia yang memiliki kemampuan dalam menggunakan kata-kata, symbol, isyarat, dapat menerima informasi factual, dapat melakukan dan mengapresiasi objek-objek seni, memiliki kemampuan dan disiplin hidup dalam hubungan dengan dirinya maupun orang lain, cakap dalam mengambil keputusan yang bijaksana, dapat mempertimbangkan antara yang benar dan yang salah serta memiliki pandangan yang integral.
Yang Melatarbelakangi Lahirnya General Education
Laporan lima puluh tahunan dari nation society for the study of education tahun 1958, program studi general education di amerika, dilatarbelakangi oleh empat hal, yaitu :
1. Sebagai reaksi masyarakat terhadap spesialisasi keilmuan yang berlebihan, dimana para spesialis telah mendewakan hasil-hasil temuannya yang menakjubkan, sementara mereka lupa pada nilai-nilai esensial kemanusiaannya.
2. Sebagai reaksi terhadap kepincangan penguasaan minat-minat khusus dengan perolehan peradaban yang lebih luas
3. Sebagai reaksi terhadap pengkotak-kotakan kurikulum dan pecahnya pengalaman belajar siswa
4. Sebagai reaksi terhadap formalism dalam pendidikan liberal
Sumber bacaan : dr. Syahdin, dalam pelatihan dosen isbd kopertis wilayah iv (2007)
Reaksi terhadap kecenderungan masyarakat modern yang mendewakan produk teknologi dan cenderung mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai akibat dari produk sistem pendidikan modern yang secular yaitu: pendidikan yang mementingkan pengembangan spesialisasi, sementara pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal nyaris terabaikan. Seharusnya, menurut philip h. Pheonix (1964:6), enam pola makna esensial bagi segenap mahasiswa :
a. Makna symbolycs, yaitu kemampuan berbahasa dan berhitung
b. Makna empirics, yaitu kemampuan untuk memaknai benda-benda melalui proses penjelajahan dan penyelidikan empiris
c. Makna esthetics, yaitu kemampuan memaknai keindahan seni dan fenomena alam
d. Makna ethics, yaitu kemampuan memaknai baik dan buruk
e. Makna synoetics, yakni kemampuan berfikir logis, rasional sehingga dapat memaknai benar dan salah
f. Makna synoptic, yaitu kemampuan untuk beragama atau berfilsafat
Keenam pola makna di atas dikemas dalam bentuk general education (pendidikan umum)
Bagaimana general education di indonesia ?
General education / pendidikan umum yang ada di amerika telah dikolaborasi oleh para ahli pendidikan di indonesia menjadi studi/mata kuliah yang dulu disebut mkdu. Mkdu di bagi menjadi dua kelompok yaitu :
a. Mpk (mata kuliah pengembangan kepribadian yang meliputi : pendidikan pancasila, pendidikan agama dan pendidkan kewiraaan nasional)
b. Mbb (mata kuliah berkehidupan bermasyarakat yang meliputi mata kuliah isd, ibd dan iad) dan ibd dan isd melebur menjadi mata kuliah isbd.
PEMETAAN ASPEK PEMBELAJARAN DALAM KELOMPOK MATA KULIAH :
• Mpk, mkk (keahlian, dan keilmuan (learning to know)
• Mkb (keahlian berkarya (learning to do),
• Mpb (perilaku berkarya (learning to be )
• Mbb (berkehidupan bermasyarakat (learning to live together)
• Mpk (mata kuliah peengembangan kepribadian)
• Penghayatan nilai & kepribadian
• Learning to be morally
Kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan mmanusia indonesia yg beriman dan bertaqwa thdp tuhan yme dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
(agama, isbd, pancasila)
VISI, MISI DAN KOMPETENSI
KELOMPOK MATA KULIAH MBB
(berkehidupan bermasyarakat (learning to live together)
VISI dari MBB
1. Menjadi sumber nilai, moral, estetika, etika dan panduan bagi penyelenggaraan pendidikan dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kemampuan pemahaman serta penguasaan tentang :
2. Keanekaragaman, kesederajatan dan kemartabatan manusia sebagai individu dan mahluk sosial di dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman kepada kebudayaan melalui pranata pendidikan
3. Tanggung jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam berkehidupan bermasyarakat baik nasional maupun global, yang membatasi tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan kompetensi keahliannya.
MISI MBB
Adalah memberikan landasan pengetahuan dan wawasan luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat selaku individu, mahluk sosial yang beradab, bertanggung jawab terhadap sumber daya alam dan lingkungannya.
Kompetensi MBB
a. Kompetensi mbb yang dituju ialah agar mahasiswa menguasai kemampuan berfikir rasional, berwawasan luas, berjiwa besar sebagai manusia intelektual beradab dan bermartabat yang bertanggung jawab terhadap : terwujudnya estetika, etika dan moral atau nilai-nilai budaya bagi keteraturan, kebersamaan dan kesejahteraan hidup bermasyarakat serta terpeliharanya sumber daya alam dan lingkungannya.
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
• Pengertian ISBD
ISBD sebagai integrasi ISD dan IBD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa sehingga mampu mengkaji masalah sosial kemanusiaan dan budaya.
• Selanjutnya mahasiswa peka, tanggap, kritis, serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.
• (pembangunan karakter manusia)
• ISBD sebagai kajian masalah sosial, kemanusiaan dan budaya sekaligus pula memberi dasar pendekatan yang bersumber dari dasar-dasar ilmu sosial yang terintergrasi.
• ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud dari padanya.
Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD)
Adalah suatu mata kuliah umum termasuk pada kelompok mata kuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB). ISBD merupakan mata kuliah dasar mengenai pembangunan kepribadian dna wawasan sosial budaya mahasiswa dalam menanggapi dan memecahkan masalah sosial budaya dan kemasyarakatan yang timbul pada masyarakat.
Usaha pendidikan dalam menelaah masalah sosial dengan menggunakan fakta, konsep dan teori-teori yang diperoleh dan dikembangkan oleh berbagai bidang pengetahan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial.
Fungsi ISBD
Memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kebudayaan agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar.
VISI ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat
MISI ISBD
Memberikan landasan dan wawasan yang luas serta menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman dan kesederajatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan mahluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya
KOMPETENSI ISBD
Menjadi ilmuwan dan profesional yang berfikir kritis, kreatif, sistemik dan ilmiah, berwawasan luas, etis, estetis serta memiliki apresiasi, kepekaan dan empati sosial, bersikap demokratis, berkeadaban serta ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial budaya secara arif
TUJUAN ISBD
1. Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat
3. Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahluk sosial yang beradab dalam mempraktikkan pengetahuan akademik dan keahliannya.
4. Mahluk sosial yang beradab dalam mempraktekkan pengetahuan akademik dan keahliannya
MENGAPA MBB-ISBD PERLU DIAJARKAN DIPERGURUAN TINGGI UMUM ???
Ada 4 alasan MBB-ISBD diajarkan di ptu
1. Landasan historis
2. Landasan filosofis
3. Landasan yuridis formal
4. Landasan pedagogis
LANDASAN HISTORIS
• Nenek moyang kita orang beragama terbukti dengan peninggalan sejarahnya
• Memiliki warisan budaya dan peradaban tinggi
• Bangsa indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah, cinta damai, toleran, bergotong
LANDASAN FILOSOFIS
• Bangsa indonesia memiliki falsafah
• Hidup pancasila
• Ketuhanan yang maha esa
• Kemanusiaan yang adil dan beradab
• Persatuan indonesia
• Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan
• Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
LANDASAN YURIDIS FORMAL
1. UUD 45 pasal 30, 31
2. UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas
3. Kep. Mendiknas No. 232/U/2000 dan No. 045/U/2002) tentang kurikulum inti
4. Kep. Dirjen Dikti. No 30/DIKTI/Kep/2003 tentang Rambu-rambu Pelak MPK di PT
5. Surat Edaran Dirjen Dikti : no 1058?D/T/ 2003 tentang PelakKep Dirjen Dikti No. 30
6. Kep. Dirjen Dikti : No 29/DIKTI/Kep/2004 tentang Pengangkatan Tim Pembina Kel MPK dan MBB
LANDASAN PEDAGOGIS
Tujuan pendidikan mewujudkan manusia indonesia seutuhnya
• Mewujudkan manusia indonesia seutuhnya diperlukan suatu proses secara terencana, terus menerus dan berkesinambungan, (disebut proses pendidikan)
• Kehidupan berbangsa,bernegara, dan bermasyarakat perlu adanya pewarisan pengetahuan, nilai religi, dan sosial budaya
• Dalam pergaulan global perlu mempertahankan jati diri sebagai bangsa yg beragama, berdaulat dan bermartabat,
LATAR BELAKANG DIAJARKANNYA ISBD
Agar tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi memiliki tiga jenis kemampuan yang meliputi :
1. Kemampuan personal : Dengan kemampuan ini diharapkan memiliki pengetahuan sehingga mampu menunjukkan sikap, dan tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan, serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
2. Kemampuan akademis: Kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah, baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun berpikir logis, kritis, sitematis, dan analitis, memiliki kemampuan konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi, serta mampu menawarkan alternative pemecahanny
3. Kemampuan professional : Kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dengan kemampuan ini, para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.
MANUSIA SEBAGAI MAHLUK BIOLOGI
Nabi muhammad saw, disuruh allah menegaskan bahwa secara biologis ia seperti manusia yang lain. “katakanlah, aku ini manusia biasa (basyar) sepertimu, hanya saja aku diberi wahyu, bahwatuhan mu ialah tuhan yang satu” . Dengan demikian, kata basyar selalu dihubungkan dengan sifat-sifat biologis manusia: makan, minum, seks, dan lain-lain
Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Manusia dikatakan sebagai makhluk biologi, karena pada hakikatnya manusia slalu ditungtut untuk memenuhi kebutuhannya berupa sandang, pangan dan papan. Manusia memilki ciri-ciri sebagai makhluk hidup. Ciri-ciri makhluk hidup itu dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Memerlukan Nutrisi
Manusia memerlukan makanan agar dapat bertahan hidup, tumbuh dan melakukan aktifitas hidup lainnya. Salah satu perbedaan manusia dan binatang dalam mengkonsumsi makanan yaitu manusia mempunyai etika ketika menyantap makananya, memperhatikan aturan agama terhadap apa yang halal untuk dimakan dan apa yang tidak halal untuk dimakan. Tidak seperti hewan yang menyantap apa saja yang ia inginkan.
b. Bernafas
Bernafas merupakan salah satu cirri utama dari makhluk hidup. Udara yang masuk ketika bernafas, digunakan oleh tubuh untuk mengoksidasi makananan yang masuk sehingga dapat diubah menjadi bentuk energy.
c. Iritabilitas
Makhluk hidup memilki respon terhadap perubahan-perubahan yang terjadi disekitarnya. Contohnya, jika suhu tubuh manusia meningkat karena lingkungan sekitarnya yang panas, maka dinding pembuluh darah didalam kulitnya akan melebar.
d. Bergerak
Bergerak merupakan salah satu cirri yang paling mudah untuk diamati
e. Ekskresi
Pengeluaran hasil sisa metabolism tubuh
f. Reproduksi
Manusia memerlukan individu lain yang berebeda kelaminnya untuk melestarikan keturunannya. Seorang laki-laki membutuhkan wanita untuk menghasilkan keturunan melalui proses fertilisasi yaitu bertemunya spermatozoa dengan sel ovum sehingga berkembang menjadi zigot dan menjadi individu baru.
g. Tumbuh
Manusia mengalami suatu proses pertumbuhan. Mulai dari zigot, bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa dan manula.
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU
Individu berasal dari kata in devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya berbagi. Jadi individu artinya tidak berbagi, atau satu kesatuan.
Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan satu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.
Manusia lahir sebagai makhluk individual yang bermakna tidak terbagi antara jiwa dan raga. Secar biologis, manusia lahir dengan kelengkapan fisik tidak berbeda dengan makhluk hewani. Namun secara rohani ia sangat berbeda dengan makhluk hewani apapun.
Dalam perkembangannya, manusia sebagai makhluk individu tidak hanya bermakna kesatuan jiwa dan raga, tetapi akan menjadi pribadi yang khas dengan corak kepribadiannya termasuk kemampuan kecakapannya. Setiap manusia memiliki perbedaan. Hal itu dikarenakan karena manusia memiliki karakteristik sendiri. Ia memiliki sifat, watak, keinginan dan cita-cita yang berbeda satu sama lainnya.
PERSONALITY (KEPRIBADIAN)
Kepribadian adalah pola kelakuan makhluk hidup sperti mencari makan, menghindari bahaya, masa birahi dan berlindung. Manusia berbeda dari binatang. Perbedaanya, kalau binatang pola kelakuannya hanya ditentukan oleh system organic bilogiknya saja. Contohnya, seekor sapi akan mencari rumput untuk dimakan ketika ia lapar. Contoh lainnya, seekor katak akan membunyikan suara khas dari bukofaringnya ketika musim kawin, untuk menarik perhatian katak betina.
Sedangkan pola kelakuan manusia berbeda dengan binatang, tidak hanya ditentukan oleh system organic bilogiknya saja, tapi ditentukan oleh akal dan jiwanya, mengglai potensi unik yang ada pada dirinya sehingga menghasilkan pola kelakuan yang variatif.
WHAT IS PERSONALITY?
Adalah susunan tetap perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu atau cirri-ciri watak seorang individu yang tetap konsisten, yang memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khas.
UNSUR-UNSUR PERSONALITY
1. PENGETAHUAN :
2. PERSEPSI
3. APERSEPSI
4. PENGAMATAN
5. KONSEP
6. FANTASI
7. PERASAAN
8. DRIVE (DORONGAN)
PENGETAHUAN
Segala sesuatu yang kita ketahui sebagai hasil penggunaan panca indra (unsure-unsur akal yang mengisi alam jiwa). Contoh, kita mnetahui bahwa warna bunga melati adalah putih. Kita tahu demikian karena kita panca indra kita pernah melihat kalau melati itu berwarna putih dengan bentuk yang khas.
PERSEPSI
Dalam lingkungan manusia yang diterima oleh pancaindra: getar eter (cahaya, warna), akuistik, bau, rasa, tekanan mekanikal diolah menjadi susunan yang dipancarkan dan diproyeksikan menjadi penggambaran tentang lingkungan tadi. (seluruh proses akal manusia yang sadar). Contohnya, seseorang mempersepsikan tentang pantai, akan mengatakan kalau pantai merupakan tempat dengan cuaca yang panas, berpasir halus serta dekat dengan laut lepas.
APERSEPSI :
Penggambaran oleh manusia berbeda dengan foto, manusia terfocus pada bagian-bagian khusus (mata, telinga), diolah oleh akal fikir, digabung dengan penggambaran lama lalu diproyeksikan sebagai penggambaran baru dengan pengertian baru.
PENGAMATAN
Suatu persepsi saat diproyeksikan berfocus pada hal yang menarik (lebih terpusat/ lebih intensif), pada bagian-bagian khusus tadi pemusatan akal yang lebih intensif ini yang kita namakan pengamatan.
KONSEP
Menggabung, membandingkan bagian-bagian dari suatu penggambaran dengan bagian-bagian dari suatu penggambaran lain yang sejenis. Dengan proses akal, kemampuan manusia untuk membentuk suatu penggambaran yang abstrak yang dalam kenyataanya belum ada. Penggambaran abstrak.
FANTASI
Dalam pengamatan, ada penggambaran yang ditambah-tambahkan, dibesarkan, dikurangi, dikecilkan pada bagian-bagian tertentu, adapula digabungkan dengan penggambaran lain menjadi penggambaran lain yang dalam kenyataannya tidak ada penggambaran yang realistic. Contohnya, seorang ibu ketika anaknya pulang telat, maka akan berfikiran yang tidak-tidak. Takut anaknya celaka, takut anaknya pergi dengan orang yang tidak baik dan sebagainya.
SUB-CONSCIOUS (BAWAH SADAR) DAN UNCONCIOUS (TAK SADAR)
Segala unsur-unsur pengetahuan tadi sering kali hilang dalam kesadaran manusia akibat larut dan terpecah-pecah yang disebabkan akal sadar individu tidak lagi menyusun dan menatanya.
PERASAAN
Persepsi-persepsi dapat menimbulkan dalam kesadaran manusia perasaan positif dan negatif. Diakibatkan adanya unsur penilayan yang menjadikan posotof dan negative.
Contoh: coca cola dan bangkai
Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya diniainya sebagai keadaan posotif atau negative.
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL
Manusia sebagai individu ternyata tidak mampu hidup sendiri. Ia dalam menjalani kehidupannya akan senantiasa bersama dan bergantung padda manusia lainnya. Manusia saling membutuhkan dan harus bersosialisasi dengan manusia lainnya. Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat.
Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial
b. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaiian dari orang lain
c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia
PERANAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL
Sebagai makhluk individu, manusia memiliki hakrat dan martabat yang mulia. Dalam berbagai kelompok sosial ini, manusia membutuhkan norma-norma pengaturannya dalam dimensi sosial muncul kewajiban dasar manusia. Kewajiban dasar manusia adalah menghargai hak dasar orang lain serta mentaati norma-norma yang berlaku dimasarakatnya.
Terdapat norma-norma sosial sebagai patokan untuk bertingkah laku bagi manusia di kelompoknya, norma-norma tersebut ialah :
Norma agama atau religi, yaitu norma yang bersumber dari allah yang diperuntukkan bagi umatnya. Norma agama berisi perintah untuk dipatuhi dan larangan agar dijauhi umat beragama.
Norma kesusilaan atau moral, yaitu norma yang bersumber dari hati nurani manusia untuk mengajak pada kebaikan dan menjauhi keburukan. Norma moral bertujuan agar manusia berbuat baik secar moral. Orang yang berkelakuan baik adalah orang yang bermoral, sedangkan yang berkelakuan buruk adalah tidak bermoral atau amoral.
Keberadaannya sebagai makhluk sosial, menjadikan manusia melakukan peran-peran sebagai berikut:
1. Melakukan interaksi dengan manusia lain atau kelompok
2. Membentuk kelompok-kelompok sosial
3. Menciptakan norma-norma sosial sebagai pengaturan tertib kelompok
Norma kesopanan atau adat adalah norma yang bersumber dari masyarakat dan berlaku terbatas pada lingkungan masyarakat yang bersangkutan. Norma ini dimaksudkan untuk menciptakan keharmonisan hubungan antar sesame
Norma hukum yaitu norma yang dibuat masyarakat secara resmi (Negara) yang pemberlakuannya dapat dipaksakan . norma hukum berisi perintah dan larangan.
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL MEMILIKI IMPLIKASI-IMPLIKASI:
1. Kesadaran akan ketidak berdayaan manusia bila seorang diri
2. Kesadaran untuk senantiasa dan harus berinteraksi dengan orang lain
3. Penghargaan akan hak-hak orang lain
4. Ketaatan terhadap norma-norma yang berlaku
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK POLITIK
Sebagai makhluk politik manusia selalu membutuhkan orang lain dan memiliki strategi dalam mempertahankan kehidupannya, sehingga kehidupannya dengan masyarakat dan organisasi sosial merupakan sebuah keharusan. Allah telah memberikan watak agresif yang alami bago setiap makhluk.
Manusia diberi kemampuan berfikir. Dengan akanya manusia bisa mempertahankan hidupnya. Maka dari itu, timbulah suatu cara agar manusia dapat memenuhi keinginannya dan bisa bersaing mengalahkan orang lain yang dinamakan dengan politik.
Dengan politik manusia bisa merencanakan dan menyusun strategi dalam bertindak. Karena manusia tidak leppas dari yang namanya politik, maka dari itu manusia dinamakan sebagai makhluk politik.
Ciri manusia sebagai makhluk politik dapat kita lihat bahwa dalam kehidupan manusia selalu ditandai dengan adanya penentuan atas pilihan-pilihan dalam menjalani hidupnya.
Dalam kehidupan tak jarang manusia memiliki suatu keinginan (cita-cita) yang sama. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, maka manusia memainkan perannya sebagai makhluk yang memilih (makhluk politik) untuk menentukan bagaimana cara untuk merealisasikan keinginan tersebut.
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK EKONOMI
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa.
Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia melakukan berbagai kegiatan. Kegiatan manusia dalam memenuhi atau memuaskan kebutuhannya harus sesuai dengan kemampuannya. Kegiatan inilah yang menunjukan manusia sebagai makhluk ekonomi (homo economicus).
Sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah eko nomi. Inti dari masalah ekonomi yang dihadapi manusia addlah kenyataan bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlahnya terbatas.
Kita harus bijaksana dalam memenuhi kebutuhan. Setiap kebutuhan menuntut pemenuhan. Namun, dalam memenuhi kebutuhan itu, kita harus memerhatikan kemampuan kita. Kita harus mencari alternative untuk memenuhi kebutuhannya.
Sebagai makhluk ekonomi yang bermoral, manusia berusaha memilih dan menggunakan sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhannya dengan memerhatikan nilai-nilai agama dan norma-norma sosial, tidak merugikan orang lain, menggunakan sumber daya alam secara selektif, serta memerhatikan kelestarian lingkungan.
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK PSIKOLOGI
Manusia adalah makhluk psikologi yang memiliki bawaan universal unik dan terus dikaji oleh para humaniora. Kita mengaku sebagai manusia tapi terkadang kita sering lupa bahwa kita adalah manusia. Siapakah kita dan bagaimana kita memfungsikan kemanusiaan kita agar kita layak disebut manusia.
Manusia adalah insan bila dilihat dari sudut pandang psikologinya. Kenapa manusia disebut insan, insane dalam bahasa arab menunjuk manusia sebagai makhluk psikologi, kata insane sendiri berasal dari tiga asal kata: uns bermakna mesra, harmoni, jinak, tampak. Nasa yanusu bermakna terguncang, stress. Nasiya yansa bermakna lupa.
Bila kita menyatukan tiga asal kata tadi menjadi sebuah definisi maka manusia bila ditinjau dari sisi psikologinya adalah makhluk yang memiliki harmoni jiwa, cinta, benci, jinak, terkadang stress dan sering lupa
Kita mungkin sering mendapati manusia dalam dua bentuk yaitu :
a. Manusia baik
b. Manusia jahat
Kita pun pernah mengalami ketertarikan atau bahkan sesekali kita menginginkan sesuatu yang berunsur karakter hewan. Kenapa itu bisa terjaddi dan bagaimana cara mensikapi gejolak-gejolak yang tidak manusiawi dalam diri kita.

0 komentar:
Posting Komentar